BaliMuslim.com

Pusat Informasi Muslim di Bali | Masjid | Rumah Makan Halal

balimuslim.com | Pusat Informasi Muslim Bali

Friday, 09 January 2009 16:54

Kota kelahiran

Saya lahir di sebuah kota kecil bernama Situbondo. Letaknya di atas hidung peta Provinsi Jawa Timur.

Setiap teman saya, yang tahu kalau saya berasal dari sana (Situbondo) pasti akan bilang "O, itu kota santri ya," (ini sangat membanggakan hati saya) atau "O, kota yang pernah di landa banjir hebat ya," (ini sangat menyedihkan hati saya, juga memilukan karena rumah orang tua saya juga kena banjir) atau "O, kota yang dulu pernah terjadi kerusuhan anti agama lain sampai bakar-bakar gereja dan toko-toko Tionghwa," (ini sangat menyedihkan sekaligus menyakitkan hati saya dan tentu orang-orang yang beradab lainnya!).

Namun itulah yang terjadi, tapi mungkin kesan ini akan bertambah lagi dengan sebuah peristiwa yang cukup heboh di awal tahun 2008 disamping terjadi nya banjir bandang di awal tahun, kemudian di akhir tahun nya ditutup dengan berita di tahan-nya Bupati Situbondo oleh KPK!
Jadi nanti teman saya, akan bilang "O, dari kota yang dulu bupati nya ditahan KPK ya,? (hati saya sudah tak punya perasaan apa-apa lagi untuk menanggapinya).

Dibelah oleh beberapa sungai kota ini berbatasan dengan tiga kabupaten yaitu Banyuwangi, Probolinggo, dan Bondowoso. Kesibukan bisnis kota nya tak seramai kota-kota tetangganya seperti Banyuwangi dan Probolinggo. Jalan-jalan nya lebar tetapi kendaraan yang lalu lalang tak seberapa, sehingga karena lenggangnya kadangkala kota kami mendapat julukan 'kota pensiun' karena sepi nya aktivitas.
Saya meninggalkan rumah tahun 1974 selepas sma untuk merantau, namun kenangan indah masa kecil hingga merantau tak akan pernah terlupakan dan karena saya tahu itu tak akan pernah saya dapatkan kembali.

Rumah orang tua saya terletak di desa Patokan tak jauh (200 m) dari gedung Pengadilan Agama Situbondo yang pernah dibakar massa waktu kerusuhan itu, katanya karena massa tidak puas atas salah satu putusan hakim saat itu dan selanjutnya kerusuhan itu berlanjut sebagaimana di awal catatan saya.
Di belakang rumah kami mengalir sebuah 'kali' (sungai kecil), dimana kali ini memberikan kenangan tersendiri dalam perjalanan hidup saya.

Waktu kecil sekitar tahun 60an saya masuk sekolah SD Negeri 1 pagi hari, siang dan sorenya orang tua juga menyekolahkan saya di Madrasah Samsul Huda selanjutnya malam hari kami mengaji di langgar yang ada di belakang dekat rumah.
Madrasah Samsil Huda letaknya tak jauh dari rumah saya, jadi kalau ke madrasah saya pergi jalan kaki dan juga karena waktu itu saya tidak punya kendaraan apa-apa untuk dipakai saya memahami karena kami bukan keluarga yang kaya-raya. Ada sepeda tapi untuk ukuran tubuh saya yang masih anak-anak kebesaran, apalagi sepeda itu milik Ayah saya untuk bekerja sehari-hari.

Kalau ke madrasah saya jalan kaki lewat jalan setapak yang ada di belakang rumah, waktu itu jalan nya pun masih sepi seringkali selama perjalanan ke madrasah saya tak pernah berpapasan dengan orang yang berlalu-lalang. Di kanan kiri jalan setapak ini yang ada hanya pohon-pohon lamtoro, dan pohon bambu. Di sebelah kiri nya (kalau saya menuju madrasah) ada sebuah kali yang air nya mengalir cukup deras. Kali ini begitu panjang dan aliran nya bahkan melalui belakang gedung madrasah dan belakang rumah saya. Kadang-kadang di tengah jalan waktu mau masuk madrasah saya sempat berhenti dan masuk kedalam kali sekedar untuk membasuh kaki saya. Waktu itu saya ke madrasah hanya bisa pakai sandal dan kadang-kadang juga tanpa alas kaki.

Terus terang waktu di madrasah itu seringkali mungkin karena sudah capek setelah tugas-tugas di sekolah pagi sampai siang, jadi begitu sore hari giliran harus masuk madrasah tiba saya merasa bosan dan perasaan sudah ogah-ogahan untuk berangkat. Untuk bolos dan tidak masuk, saya merasa takut dan kasihan sama orang tua.

Tapi ternyata ada hal yang bisa menghilangkan perasaan tersebut, dan munculnya tiba-tiba. Dalam pikiran saya muncul sebuah ide, ketika menjelang jam pulang sekolah, di kelas saya membuat sebuah kapal kertas yang biasa dibuat anak kecil waktu itu. Saya bikin kapal kertas itu dengan hati-hati dan dilipat sebaik mungkin seolah-olah itulah kapal kertas yang pertama yang saya buat dalam hidup saya. Begitu jam pulang saya segera berlari pulang lewat belakang gedung madrasah, tapi sebelumnya saya meletakkan kapal kertas yang saya buat tadi di atas air di kali yang menuju ke rumah kami. Selanjutnya saya berjalan pulang menyusuri pinggir kali beriringan bersama kapal kertas saya yang juga mengikuti aliran air di kali menuju rumah.

Sejak sat itu kapal kertas telah menjadi sahabat bisu yang dengan setia selalu menemani saya setiap pulang ke rumah. Seringkali di tengah jalan saya harus berhenti, karena kapal kertas saya mandeg atau nyangkut di ranting-ranting pohon yang mengendap di kali. Alangkah menyenangkan, berhenti lagi mengatur posisi kapal kertas ke tengah kali kemudian berjalan lagi beriringan, kadangkala saya harus berlari kecil kalau arus kali nya agak deras agar saya tak ditinggal kapal kertas saya, sampai waktu berlalu sebelum maghrib tanpa terasa saya tiba di rumah.

Indah nya dunia anak-anak, sejak saat itu karena kapal kertas itulah saya tak pernah lagi bosan untuk ke madrasah dan yang lebih indah karena saya menikmati saat-saat pulang ke rumah bersama sang kapal itu tanpa bosan lagi. Ayah dan Ibu saya senang melihat saya mulai rajin ke madrasah dan saya happy karena menemukan 'teman' dalam perjalan pulang usai sekolah.

Begitulah berhari-hari bahkan bertahun-tahun berlalu, dan ketika saya dewasa baru menyadari bahwa kebahagiaan itu bisa kita dapatkan melalui hal-hal yang sederhana! sementara di luar sana masih banyak orang yang mencari-cari dan mengorbankan harta bendanya mencari kebahagiaan.

Maaf catatan ini saya tunda dulu karena ada kesibukan, insya Allah nanti saya teruskan lagi...

 

balimuslim.com | Panduan Wisata Bali untuk Wisatawan Muslim

Sebuah eBook untuk Wisatawan Muslim yang ingin ke Bali

Hanya Rp 25.000 atau USD 2 saja

Pembangunan/Renovasi Masjid

Musholla Al Hidayah

Facebook FanBox

Bali Muslim Tours Tweets

Search


You are here: Home Profil Saya Kota Kelahiran

Thank you for choosing us