BaliMuslim.com

Pusat Informasi Muslim di Bali | Masjid | Rumah Makan Halal

balimuslim.com | Pusat Informasi Muslim Bali

“Nasi Pedas” di Kuta Digemari Krisdayanti dan Luna Maya

Selasa, 26 Oktober 2010

Nasi Pedas Ibu Andika“Nasi Pedas”, begitu sebutan yang diberikan para pelanggan Warung Ibu Andhika, gara-gara  sambal menunya yang super pedas. Sriyani, pemilik warung yang berlokasi di Jalan Raya Kuta, Badung, ini mengungkapkan, nama warungnya menggunakan  nama putra sulungnya, Andhika.
Awal keberadaannya di Bali, perempuan asal Banyuwangi ini tidak langsung buka warung.  Ia mencari penghasilan dengan membordir dan memasang mote, sedangkan suaminya kerja serabutan. Berkat saran seorang temannya yang mengetahui dirinya pandai memasak, Sriyani mencoba berjualan nasi bungkus. Tiap malam ia berkeliling di Pasar Kuta. “Modal jualan saya hasil ngutang dari teman. Waktu itu sebungkus nasi saya jual Rp 1000,” kenangnya.

Rekan lainnya, Pak Kadek, seorang pedagang bumbu asal Singaraja, merasa kasihan melihat Sriyanti menawarkan nasi bungkus dengan jalan berkeliling. “Saya disarankan Pak Kadek berjualan di tempat yang tetap, di pinggir jalan,” ungkap ibu empat anak ini. Sriyanti menerima saran itu, kemudian memilih tempatnya berjualan di dekat Kantor Polsek Kuta.
”Saya dan keluarga sangat suka masakan pedas. Saat masak sehari-hari saya sesuaikan selera keluarga. Ternyata, saat masakan itu saya jual, banyak juga konsumen yang menyukai masakan pedas. Makin hari pembeli bertambah. Akhirnya mereka menyebut jualan saya dengan sebutan ‘Nasi Pedas’,” papar istri Joko Slameto ini.

Pelanggannya makin banyak. Setelah terjadi tragedi bom di Legian, Kuta, tahun 2002, banyak warga masyarakat yang datang menyaksikan lokasi kejadian, yang menjadi pelanggan warungnya. Seiring bertambahnya pelanggan, ia pindahkan lokasi warungnya ke tempatnya sekarang.    
Bu An, demikian sapaan akrabnya, mengungkapkan bumbu lauk dan sayurnya yang pedas merupakan kombinasi bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, dan cabe. Prosesnya begitu rupa sehingga  rasa pedasnya begitu meresap.

Beragam menu nasi pedas yang disajikan Sriyanti yang rata-rata membutuhkan 25 kg lombok kecil tiap hari itu. Lauk dan sayurnya, di antaranya oseng sayuran, kulit ayam goreng pedas, tempe kering, telur, hati, sate sapi, teri kering, abon ayam, ayam suwir, urapan, pare, tumis kangkung, mie goreng,  telur bumbu. Sekilas, nasi pedas Bu An mirip nasi campur atau nasi rames. Yang membedakannya, semua jenis lauk dan sayurnya memiliki rasa pedas.
Warung Ibu Andhika yang sejak empat tahun terakhir ini buka 24 jam, kini mempekerjakan 22 karyawan. Untuk melayani pelanggan, ia pun menyiapkan sambal yang bisa dibeli botolan seharga Rp. 40 ribu.

Ditanya tentang ke mana disalurkan hasil usaha warungnya itu, Bu An mengatakan, dirinya lebih memilih membeli sawah di kampung kelahirannya. “Dengan begitu saya bisa memberikan lahan pekerjaan pada orang di kampung,” katanya.
Tentang artis yang suka datang ke warungnya Bu An menyatakan tidak hafal. “Yang saya ingat Krisdayanti dan Luna Maya yang sering. Kalau datang, pasti mintanya kulit ayam, yang menjadi favorit mereka,” tuturnya. – ard.

Sumber: Koran Tokoh, Bali

 

balimuslim.com | Panduan Wisata Bali untuk Wisatawan Muslim

Sebuah eBook untuk Wisatawan Muslim yang ingin ke Bali

Hanya Rp 25.000 atau USD 2 saja

Pembangunan/Renovasi Masjid

Musholla Al Hidayah

Facebook FanBox

Bali Muslim Tours Tweets

Search


You are here: Home Kuta Area “Nasi Pedas” di Kuta Digemari Krisdayanti dan Luna Maya

Thank you for choosing us