BaliMuslim.com

Pusat Informasi Muslim di Bali | Masjid | Rumah Makan Halal

balimuslim.com | Pusat Informasi Muslim Bali

Belajar Toleransi dari Kekeringan di Kecamatan Tejakula
Puasa dahulukan yang Muslim, Galungan Prioritaskan Warga Hindu

Krisis air bersih melanda kawasan timur Buleleng. Namun, di tengah krisis air, itu warga masih memiliki tekad kuat untuk saling membantu. Termasuk menjunjung tinggi rasa toleransi.

Suasana di Dusun Batu Gambir, Desa Julah, siang itu benar-benar panas. Musim kemarau yang berkepanjangan berdampak pada perkebunan jati yang berada di sekitar dusun. Rarusan pohon pun meranggas karena tak mendapat air.

Warga yang mayoritas bekerja sebagai buruh tani siang itu masih belum tampak di rumahnya. Baru segelintir warga yang kebanyakan wanita yang terlihat berada di rumahnya.

Memasuki pukul 15.30 sore, warga pun berduyun-duyun datang dari kebun tempat mereka mencari nafkah. Mereka melangkah menju rumahnya masing-masing. bukan untuk beristirahat. Namun, untuk mengambil timba, jeriken, atau wadah apa pun yang bisa digunakan untuk menampung air.

Warga pun bergegas menuju beberapa bak penampung air yang ada di Dusun Batu Gambir. Kebanyakan menuju bak penampungan air yang berada dekat Masjid Batu Gambir yang menampung air dari Desa Madena, Kecamatan Tejakula. Di bak penampungan itu lah puluhan warga menggantungkan harapannya mendapat air. Air yang mengalir pun tidak bisa mengalir derasseperti harapan. Untuk mengisi sebuah jeeriken berukuran 20 liter, mereka harus mengantre 30 menit.

Ratna Ningsih misalnya. Siswa kelas VII SMPN3 Teja Kula ini sudah menunggu air mengalir sejak pukul 15.30 siang. Ia menanti bersama rekan-rekan lainnya termasuk dengan ibu kandungnya. Ia hanya mengangkut dua ember dengan kapasitas sepuluh liter setiap kali mengangkut, demikian pula dengan ibunya. "Gantian dengan Ibu, saya masih menunggu airnya penuh, barusan ibu yang bawa air ke rumah," ceritanya.

Krisis air bersih menyebabkan ia hanya bisa mandi sekali dalam sehari, yakni menjelang berangkat sekolah saja. Sementara pada sore harinya, ia terpaksa tidak mandi karena harus irit menggunakan air bersih. Cuci baju sekolah dua hari sekali. Cucinya nggak di rumah, kadang di bawah sama teman-teman,” ceeritanya lagi.

Cerita yang sama juga diungkapkan Rawiyah, kondisi krisis air bersih ini sudah terjadi sejak empat tahun terakhir, setiap kali musim kemarau tiba. “Kalau musim hujan, airnya lebih banyak jadi nggak sampai antre seperti sekarang. Bak penampungan juga penuh,” keluhnya.

Sedangkan Safarudin punya cerita yang berbeda. Krisis air bersih di dusun Batu Gambir rupanya bisa meningkatkan toleransi warga di Dusun Batu Gambir yang memang pluralis. Tercatat ada 300 kepala keluarga yang memeluk agama Hindu dan 180 kepala keluarga yang memeluk agama Islam.

Pada bulan Ramadan lalu misalnya. Safarudin kerap dibantu warga yang beragama Hindukala mengantre air. Karena warga sangat paham akan kebutuhan air umat muslim menjelang puasa.

“Kemarin waktu Galungan kami yang muslim ini juga mengalah sama yang Hindu, karena mereka perlu air banyak. Intinya sama-sama paham dan toleransi saja, Pak. Kami sudah saling mengerti, sudah paham kondisi di sini,” ungkap Safarudin.

Krisis air bukan hanya terjadi di Dusun Batu Gambir, namun juga terjadi di desa Sembiran. Namun, kodisi di Desa Sembiran relatif lebih baik jika dibanding Dusun Batu Gambir.

Kebanyakan di Dusun batu gambir, warga harus berjalan kaki dan menggunakan pikulan untuk membawa air dari bak-bak penampungan. Sementara di Sembiran, warga bisa memodifikasi motornya agar mampu membawa dua hingga tiga buah jeriken dengan kapasitas masing-masing 20 liter air. (*/yes)

Sumber: Kora Radar Bali, Jawa Pos. 11 September 2012.

 

balimuslim.com | Panduan Wisata Bali untuk Wisatawan Muslim

Sebuah eBook untuk Wisatawan Muslim yang ingin ke Bali

Hanya Rp 25.000 atau USD 2 saja

Pembangunan/Renovasi Masjid

Musholla Al Hidayah

Facebook FanBox

Bali Muslim Tours Tweets

Search


You are here: Home Artikel Muslim Belajar Toleransi dari Kekeringan di Kecamatan Tejakula

Thank you for choosing us