BaliMuslim.com

Pusat Informasi Muslim di Bali | Masjid | Rumah Makan Halal

balimuslim.com | Pusat Informasi Muslim Bali

Ikawangi Dewata Berikan Layanan Asuransi Kegiatan Akbar Digelar 19 Februari
Senin, 16 Januari 2012

JASAD seorang pria membujur kaku di kamar jenazah rumah sakit di Denpasar. Setelah ditelusuri, diketahui dia jasad korban kecelakaan. Korbannya, warga Bali asal Banyuwangi. Kasus tersebut segera menyedot perhatinan warga masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Warga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata.

Ketua Ikawangi Dewata Cabang Denpasar Budi Santoso turun tangan. “Kami, pengurus dan anggota, tergerak urunan guna membantu keluarga korban agar bisa menebus jasad tersebut di rumah sakit,” ungkapnya.

Budi menyatakan, keterlambatan pertolongan tersebut diberikan akibat ketiadaan informasi. Pengurus baru mengetahui adanya jenazah yang telantar tersebut tiga bulan kemudian.
Menurut Budi Santoso, Ikawangi Dewata didirikan untuk membantu warga Bali asal Banyuwangi yang mengalami masalah sosial. “Mereka bisa menginformasikan atau mengadukan masalah yang dihadapi ke pengurus. Kami siap membantu jika ada warga kami yang mengalami musibah,” ujarnya.
Ikawangi Dewata juga menyediakan layanan asuransi kepada anggotanya. Biaya bergabung ke organisasi Rp 10.000, dan ditambah Rp 25.000 untuk menjadi anggota asuransi. Untuk mendapatkan pelayanan asuransi cukup memperlihatkan KTP. “Ini sangat membantu anggota jika terjadi musibah kecelakaan, sakit, atau meninggal,” ujarnya.

Lare Osing
Selain menjabat ketua Cabang Denpasar, Budi Santoso juga menjabat ketua Ikatan Dewata Musik (Idemus). Karena itu, pria kelahiran Desa Sempu, Kecamatan Genteng, ini  tak asing di kalangan seniman Banyuwangi.
Dia juga pengusaha. Di Bali, pria yang akrab disapa Budi Pren ini dikenal sebagai pemilik perusahaan garmen yang melayani permintaan barang kerajinan berupa tas, dompet dan sepatu kulit. Pesanan juga datang dari luar negeri. “Sudah banyak  pesanan dari Belanda,” tuturnya.
Pria kelahiran 25 Februari 1968 ini sejak awal bertempat tinggal di Bali tertarik untuk membuat wadah bagi warga asal Banyuwangi. Tahun 1989 di Kuta ia membuat wadah bernama Laros (Lare Osing) sebagai ajang guyub atau kumpul-kumpul.
Cukup banyak warga yang bergabung dalam Laros. Bahkan, Laros sempat membentuk klub sepak bola. Setelah Ikawangi Dewata berdiri Budi bergabung, dan menjabat ketua Cabang Denpasar.
“Saya juga berminat mengembangkan kesenian tradisional Banyuwangi di Bali. Walaupun warga yang berminat di bidang kesenian terpencar tempat tinggalnya, tak sulit mengajak mereka untuk bergabung membentuk sebuah grup kesenian,” katanya.
Di Ikatan Dewata Musik, ia mengembangkan beragam kesenian Banyuwangi, dari musik kendang kempul, jaranan, gandrung, sampai hadrah kontemporer. Grup-grup ini sering tampil dalam berbagai kegiatan Ikawangi Dewata dan acara lain seperti diundang warga yang menyelenggarakan hajatan pernikahan, khitanan, dan lain-lain. ”Tampilnya kesenian ini sekaligus sebagai obat penawar kerinduan terhadap kampung kelahiran,” katanya.

Gajah Oling
Kegiatan akbar akan digelar Ikawangi Dewata tahun ini untuk memperingati Maulud Nabi, berupa Festival Endog-endogan dan Gelar Budaya Nusantara, Minggu (19/2), dipusatkan  di Gedung Olahraga Lila Bhuana Denpasar. “Ini salah satu ide kami dalam upaya memajukan kesenian Banyuwangi,” ujar Budi Pren.
Siang harinya diadakan arak-arakan hiasan pohon telur menggunakan 24 gerobak sampah dan diikuti berbagai kendaraan mobil hias, diiringi musik hadrah. Tradisi endog-endogan ini secara rutin digelar Ikawangi Dewata sebagai tradisi warga Bali asal Banyuwangi dalam memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. Tahun ini, dalam festival endog-endogan atau pawai telur ini, akan digelar lomba mobil hias telur.

Malamnya dalam Gelar Budaya Nusantara selain ditampilkan berbagai kesenian Banyuwangi, juga tari-tarian Bali serta kesenian dari berbagai daerah. Juga, tampil Emha Ainun Najib dan Kiai Kanjeng-nya. Semuanya gratis terbuka untuk masyarakat umum.
“Lewat gelar budaya ini kami ingin membina kerukunan antarumat beragama sehingga lebih tercipta kedamaian di Bali,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut panitia akan mengenakan busana batik Gajah Oling, batik khas Banyuwangi, warna hijau daun sesuai semboyan Ijo Royo-royo Kota Banyuwangi. - tin

Sumber: Koran Tokoh, Bali
 

balimuslim.com | Panduan Wisata Bali untuk Wisatawan Muslim

Sebuah eBook untuk Wisatawan Muslim yang ingin ke Bali

Hanya Rp 25.000 atau USD 2 saja

Pembangunan/Renovasi Masjid

Musholla Al Hidayah

Facebook FanBox

Bali Muslim Tours Tweets

Search


You are here: Home Artikel Muslim Ikawangi Dewata Berikan Layanan Asuransi Kegiatan Akbar Digelar 19 Februari

Thank you for choosing us