BaliMuslim.com

Pusat Informasi Muslim di Bali | Masjid | Rumah Makan Halal

balimuslim.com | Pusat Informasi Muslim Bali

Seni Kolaboratif Bali-Muslim
Membangun Budaya Baru di Bali Utara

Kabupaten Buleleng sesungguhnya punya modal melimpah untuk menciptakan bentuk-bentuk kesenian baru yang unik. Sebagai daratan yang memiliki sejarah peradaban yang cukup panjang, Kabupaten Buleleng punya banyak seni klasik yang masih terpelihara dengan cukup baik di pelosok-pelosok desa. Di sisi lain, di wilayah Bali Utara ini juga berkembang bentuk kesenian dari komunitas muslim yang tentu berbeda dengan bentuk kesenian yang pada umumnya berkembang di Bali, antara lain seni hadrah atau burdah yang masih berkembang dalam komunitas-komunitas muslim.
Bicara soal seni klasik, beberapa kelompok masyarakat di Buleleng masih memelihara sejumlah perangkat gamelan klasik yang unik dan khas, antara lain gambang, tingklik (alat musik dari bambu), angklung bambu, dan okokan. Selain perangkat karawitan, sejumlah desa di Tejakula, Banjar, Seririt dan Sukasada, juga masih memelihara dengan baik berbagai jenis tari klasik, seperti baris, sang hyang dan gambuh.

Khusus gambang, di Buleleng terdapat sekitar 10 kelompok masyarakat yang masih ajeg memelihara gambang. Di Kecamatan Tejakula satu kelompok, di Kecamatan Kubutambahan satu kelompok, di Kecamatan Sawan satu kelompok, di Kecamatan Buleleng terdapat dua kelompok, di Kecamatan Sukasada dua kelompok, dan di Kecamatan Banjar satu kelompok.

Di Padangbulia, misalnya, gambang yang dipercaya sudah ada sejak desa itu dibangun hanya dipentaskan saat upacara ngaben dan odalan. Dan, sangat jarang dikeluarkan pada hari-hari biasa. Karena tidak populer, warga di Padangbulia tidak banyak yang tertarik untuk mendalami seni gambang.

Pada bagian lain, Buleleng juga memiliki banyak seni khas Muslim yang juga masih dipelihara dengan baik oleh kemunitasnya. Berdasarkan catatan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng, seni muslim yang masih hidup di Buleleng jumlahnya lebih dari 20 grup.

Yang sempat dihitung misalnya di Kecamatan Gerokgak sedikitnya terdapat tujuh grup kesenian muslim, termasuk grup kesenian Sabda Winangun yang sudah berkali-kali melakukan kolaborasi dengan musik tradisional Bali dan modern.

Di Seririt juga terdapat lebih dari empat grup kesenian, di Kecamatan Buleleng tiga grup, di Kecamatan Sawan satu grup dan di Kecamatan Sukasada terdapat satu grup. Seni khas muslim di Buleleng tentu saja berbeda dengan seni sejenis di daerah Jawa, Sumatera atau bahkan Arab. Misalnya seni badrah di kampung nelayan Sangsit, Kecamatan Sawan.

Jika di tempat lain kesenian sejenis itu menggunakan alat tiup dari terompet atau suling, di Sangsit badrah dilengkapi dengan alat musik tiup dari kerang atau di Bali biasa disebut sungu. Selain untuk memberi warna pada kesenian badrah, para nelayan yang sekaligus sebagai pemain hadrah di kampung itu sehari-hari memang terbiasa menggunakan tiupan kerang itu sebagai tanda pemanggil ikan di laut. (ole)
Sumber: Harian Bali Post, 2 Mei 2010
 

balimuslim.com | Panduan Wisata Bali untuk Wisatawan Muslim

Sebuah eBook untuk Wisatawan Muslim yang ingin ke Bali

Hanya Rp 25.000 atau USD 2 saja

Pembangunan/Renovasi Masjid

Musholla Al Hidayah

Facebook FanBox

Bali Muslim Tours Tweets

Search


You are here: Home Artikel Muslim Seni Kolaboratif Bali-Muslim

Thank you for choosing us