BaliMuslim.com

Pusat Informasi Muslim di Bali | Masjid | Rumah Makan Halal

balimuslim.com | Pusat Informasi Muslim Bali

Warga Muslim-Hindu di Karangasem mesti Lestarikan Hubungan Keluarga

Buka Puasa di Puri Gede

Amlapura (Bali Post) –
Warga muslim dan Hindu yang sudah ratusan tahun hidup damai dan berdampingan di Karangasem, mesti terus melestarian hubungan kekeluargaannya. Buka puasa bersama yang digelar di Puri Gede, Amlapura, merupakan salah satu media melestarikan hubungan yang sudah dibina para leluhur sejak zaman dulu.
Hal itu disampaikan Manggala Puri Gede, Amlapura, AAB Ngurah Agung, S.H.selaku tuan rumah pada buka puasa itu, Minggu (13/9) malam di puri setempat. Dia mengatakan, Puri di Karangasem zaman dulu merupakan pemersatu warga. ‘’Kita harus melanjutkan dan melestarikan rasa kekeluargaan yang sudah dikembangkan para orangtua kita zaman dulu,’’ katanya.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengatakan hal yang sama. Menurutnya, tanpa persahabatan dan kegotong-royongan, maka apa pun yang bakal dikerjakan akan sulit terwujud. Dia menyebutkan belakangan ini dengan perkembangan yang ada seperti di luar Bali, sudah ada perpecahan di sana-sini sebagai akibat perbedaan dan kesukuan yang ditiupkan. ‘’Mari kita jangan mempertentangkan perbedaan, tetapi sesama umat manusia kita wajib bersahabat. Seperti disampaikan manggala Puri Gede, antara warga muslim di berbagai kampung dengan warga di sekitarnya di Karangasem ada sejarah hubungan kekeluargaan. Tak seorang pun yang bisa menolak kenyataan hubungan dekat itu,’’ katanya.

Wakil Ketua MUI Karangasem Mursyid, S.Ag. dalam uraian ramadhannya menyampaikan sangat sependapat. Menurutnya, warga muslim di berbagai kampung terutama di kota Amlapura umumnya memiliki tanah pauman. Semua lahan itu merupakan pemberian raja Karangasem, dan ketika raja memerlukan karena ada hajatan tertentu, maka warga muslim ngayah ke istana sembari membawa hasil bumi yang diperlukan. Dalam Islam, lanjutnya, umatnya diwajibkan bergaul dan saling hormat dengan siapa saja . Dicontohkan, saat seorang rumah tangga muslim memasak makanan yang baunya merebak sampai ke tetangga, maka mereka diwajibkan membawa makanan itu kepada 41 rumah di kiri, kanan, depan dan belakang. Dalam tradisi masyarakat di Karangasem, menyampaikan makanan kepada tetangga itu disebut ngejot.

Sementara, Ketua PUSunda Bali, Jaka, mengatakan sejak paguyuban itu di Karangasem pengurusnya dilantik, pihaknya menitip warganya. Warga itu di Bali mencapai puluhan ribu dengan berbagai profesi. Mereka diharapkan ikut membangun wilayah di mana bumi dipijak.
Kegiatan itu selain dihadiri puluhan tokoh muslim di Karangasem, anak-anak dari panti asuhan, Ketua Paguyuban Urang Sunda (PUSunda) Bali Jaka, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Kapolres AKBP Amur Candra J.B., Dandim 1623 Akhsan Wijaya, sejumlah anggota DPRD Karangasem, serta Ketua Majelis Utama Desa Pakraman Bali Mangku Wayan Suwena dan Ketua majleis Madya Desa pakraman Karangasem Drs. Nyoman Putra Adnyana. Ketua PUSunda Jaka dan dermawan lainnya juga menyerahkan bingkisan kepada anak yatim piatu, dan warga panti asuhan. Kegiatan itu juga dimeriahkan anak-anak pasraman Astabrata Puri Gede, Karangasem.(013/*)

Sumber: Koran Bali Post, 14 September 2009

 

balimuslim.com | Panduan Wisata Bali untuk Wisatawan Muslim

Sebuah eBook untuk Wisatawan Muslim yang ingin ke Bali

Hanya Rp 25.000 atau USD 2 saja

Pembangunan/Renovasi Masjid

Musholla Al Hidayah

Facebook FanBox

Bali Muslim Tours Tweets

Search


You are here: Home Artikel Muslim Warga Muslim-Hindu di Karangasem mesti Lestarikan Hubungan Keluarga

Thank you for choosing us