BaliMuslim.com

Pusat Informasi Muslim di Bali | Masjid | Rumah Makan Halal

balimuslim.com | Pusat Informasi Muslim Bali

M. Ramlan Berkawan dengan Mayat

M. Ramlan Berkawan dengan Mayat
Senin, 21 November 2011

TIDAK banyak yang mau melakoni pekerjaan ini, namun bagi M. Ramlan, dalam usianya yang sudah menginjak 66 tahun justru menikmatinya. Baginya pekerjaan memandikan mayat sudah menjadi jalan yang diberikan Allah.
Pembina Masjid Sadar Denpasar ini selalu bersemangat saat teleponnya bordering di tengah malam untuk segera meluncur ke Rumah Sakit Sanglah lantaran ada sesosok mayat menanti untuk dimandikan.
Berbekal perlengkapan standar berupa kain kafan dan air campuran kapur barus, M. Ramlan bergegas menemui mayat yang sering sudah tidak karuan bentuknya atau sudah berbau menyengat lantaran sudah beberapa hari baru ditemukan. Operasi standarnya, memandikan dan mengafani. Jika ada permintaan lanjutan, pekerjaan menyalati dan memakamkan pun ia jalani.
Ramlan menuturkan, pekerjaan sebagai pengurus jenazah di RS Sanglah sudah sebelas tahun ia tekuni. “Sejak tahun 2000 petugas di kamar mayat rumah sakit selalu menghubungi saya jika ada mayat masuk, yang diketahui maupun yang tidak jelas identitasnya,” ujar Ramlan. Tiap mayat ia mendapat upah Rp 550.000 dari rumah sakit.
Namun, aktivitas mengurusi mayat sudah dilakukan jauh sebelum tahun 2000. Di Masjid Sadar di Jalan Tegalwangi, Sesetan, Denpasar, tempat ia berjamaah, Ramlan memang selalui mendapat bagian tugas mengurusi mayat jika ada warga yang meninggal.
“Sejak masih menjadi tukang kayu dulu, saya memang sudah sering mengurusi mayat. Dari memandikan, mengkafani, sampai memakamkan, saya kerjakan sendiri,” ungkapnya.
Semua itu berawal ketika ada salah seorang anggota keluarganya meninggal. Ketika itu tidak ada seorang pun yang bisa dan mau mengurus jenazahnya secara benar. Maka, Ramlan berinisiatif untuk mengurusi jenazah sesuai aturan Islam. “Saat itu juga saya belajar secara singkat mengurusi jenazah pada seorang ustaz, dan langsung saya praktikkan hari itu juga,” kenangnya.

Ramlan mengakui sebagian besar yang ditangani, mayat yang meninggal dengan tidak wajar, seperti akibat kecelakaan lalu lintas dan mati tenggelam di laut. Pernah suatu ketika ia memandikan mayat yang sudah lepas tempurung kepalanya, isi kepalanya pun sudah cerai-berai. Bahkan selama sebulan Januari lalu, ungkap Ramlan, ia sampai menangani 22 mayat korban kecelakaan lalu lintas.
“Mayat yang berbau busuk atau yang sudah dipenuhi belatung dengan tubuh yang menggelembung penuh luka sudah sering saya tangani,” ujarnya.

Suatu ketika, pukul 02.00 dini hari, mayat yang sudah berada di atas pemandian, tiba-tiba bergetar bersama tempat pemandiannya. Makin lama makin kencang. ‘Saya waktu itu samasekali tidak takut. Saya hanya melihat saja. Baru setelah itu petugas-petugas jaga dan orang-orang teriak linduh…linduh..! Eh…rupanya ada gempa bumi, heheee,” kenangnya.
Dalam usianya yang sudah menjelang senja, ada satu hal yang mengkhawatirkan dirinya, yaitu kurangnya generasi muda yang mampu dan mau menjadi pengurus jenazah. Ramlan mengaku sulit mencari penerus. “Saya kadang berpikir, siapa yang akan memandikan saya nanti jika saya meninggal dan siapa yang akan meneruskan pekerjaam seperti ini,” katanya.

Menurut Ramlan, tidak hanya ilmu yang diperlukan, melainkan juga mental dan kemauan. Percuma, jika punya ilmunya, namun tidak siap mental dan tidak mau menjalankannya. Sementara itu belum banyak masjid atau musala yang menyelenggarakan kursus keterampilan mengurus jenazah. “Di Masjid Sadar saya pernah membuka pelatihan pengurusan mayat, tetapi yang ikut hanya sedikit. Itu pun tidak bertahan sampai selesai. Terus terang saya risau melihat kenyataan ini. Padahal sesuai aturan agama, jenazah seorang muslim harus dilaksanakan hak-haknya, yaitu dimandikan, dikafani, disalatkan, dan dimakamkan sesuai aturan agama Islam,” katanya. - nang

Sumber: Koran Tokoh, Bali

 

balimuslim.com | Panduan Wisata Bali untuk Wisatawan Muslim

Sebuah eBook untuk Wisatawan Muslim yang ingin ke Bali

Hanya Rp 25.000 atau USD 2 saja

Pembangunan/Renovasi Masjid

Musholla Al Hidayah

Facebook FanBox

Bali Muslim Tours Tweets

Search


You are here: Home Artikel Muslim M. Ramlan Berkawan dengan Mayat

Thank you for choosing us