BaliMuslim.com

Pusat Informasi Muslim di Bali | Masjid | Rumah Makan Halal

balimuslim.com | Pusat Informasi Muslim Bali

Masalah Penanganan Jenazah Umat Islam Perlu Perhatian

Masalah Penanganan Jenazah Umat Islam Perlu Perhatian
Senin, 21 November 2011

PENANGANAN jenazah umat Islam di Bali menjadi masalah yang harus diperhatikan. Mulai dari minimnya tenaga pengurusan jenazah, hingga penyelesaian mayat telantar di rumah sakit. Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali Drs. Taufik Asy’adi mengakui proses kaderisasi tenaga pengurusan jenazah di Bali masih lemah. Ini yang menyebabkan minimnya tenaga terampil yang mengurus jenazah.

“Umat memang kekurangan stok orang yang terampil dalam penanganan jenazah. Kalau ada rata-rata sudah lanjut usia, sementara generasi mudanya banyak yang kurang peduli. Apa yang terjadi jika memang sudah benar-benar habis. Siapa yang akan mengurus jenazah,” ujar Taufik.
Oleh karenanya Taufik menyarankan peran lembaga-lembaga keagamaan baik itu masjid, ormas, sekolah maupun Rukun Kifayah Islam (RKI) harus dimaksimalkan. Khusus RKI, kata Taufik, seyogyanya tidak hanya menarik iuran, namun juga aktif melakukan pelatihan pengurusan jenazah.
Taufik juga menilai pengajian-pengajian di masjid atau musala lebih banyak menekankan aspek kognitifnya, namun lemah dalam praktik. Ke depan, kata Taufik, perlu diagendakan pelatihan pengurus masjid, musala, RKI dan ormas Islam terkait pengurusan jenazah. “MUI siap memasilitasi,” tegasnya.

Taufik menegaskan keberadaan RKI di lingkungan warga muslim sangat membantu untuk memudahkan umat terutama dalam hal pemakaman, mengingat biaya pemakaman di Bali relatif mahal di samping terbatasnya lahan pemakaman. Beberapa komunitas warga pun juga sudah memiliki layanan pengurusan jenazah, seperti Ikawangi yang memiliki mobil ambulans untuk mengangkut jenazah warga Bali asal Banyuwangi ke kampung kelahirannya.

Dibahas Hari Ini
Taufik menambahkan, persoalan lain yang perlu mendapat perhatian adalah jenazah yang telantar di rumah sakit. MUI pernah mendapat surat dari seseorang untuk merespons masalah ini. Selama ini, informasi yang diperoleh MUI, jika ada jenazah yang telantar di rumah sakit, karena tidak ada yang mengurus atau untuk kepentingan penyelidikan kepolisian, pada akhirnya akan dikremasi. “Ini juga akan menjadi perhatian kami, mengingat kremasi memang tidak dibenarkan dalam syariat Islam,” kata Taufik.

Untuk itu, MUI akan mengundang elemen umat dalam sebuah dialog, Minggu (20/11) ini khusus membicarakan masalah ini. Dalam dialog tersebut selain diundang ormas dan lembaga sosial juga diundang anggota DPRD.
Biaya untuk mengurus mayat yang telantar di Rumah Sakit Sanglah memang cukup besar. Per hari Rp 50 ribu, dan akan bertambah jika makin lama telantar di rumah sakit. Mungkin bagi yang tidak memiliki biaya akan memilih membiarkannya, namun risikonya mayat akan dikremasi. -nang

Sumber: Koran Tokoh, Bali

 

balimuslim.com | Panduan Wisata Bali untuk Wisatawan Muslim

Sebuah eBook untuk Wisatawan Muslim yang ingin ke Bali

Hanya Rp 25.000 atau USD 2 saja

Pembangunan/Renovasi Masjid

Musholla Al Hidayah

Facebook FanBox

Bali Muslim Tours Tweets

Search


You are here: Home Artikel Muslim Masalah Penanganan Jenazah Umat Islam Perlu Perhatian

Thank you for choosing us